Mengapa aku terlalu pengecut
Mengapa nyaliku begitu ciut
Hadapi kenyataan buatku takut
Kini cintaku cintamu tiada lagi terpaut
Ku terlalu bodoh bermain dengan angan
Ku terlalu lelap harum bunga khayal
Kuterbuai mimpi tanpa gapaian
Kini kuhanya larut dalam sesal
Semua mimpi kini telah hancur sirna
Sang waktu telah jawab semua Tanya
Hari ini kau katakan kan ke pelaminan
Kau telah temukan sang belahan jiwa
Haruskah kusesali kepergianmu
Haruskah kutangisi kebahagiaanmu
Akankah kurasakan pedih senyum tawamu
Akankah kuratapi hari indahmu
Kuhanya bisa terdiam dalam resah
Jiwaku melayang tanpa entah
Semua angan telah musnah
Namun sesalku tiada kan mengubah
@ 01 – Febuari – 2003
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar