Minggu, 14 Februari 2010

Malam Tak Kunjung Akhir

Satu malam ditepian
Pekat dalam kegelapan
Kutermenung dalam kesendirian
Kucari makna kesunyian


Semilir angin berhembus perlahan
Alampun menari dalam kedamaian
Kusemakin hanyut ditengah keheningan
Hati kian terpaku, pedih tak terperikan

Malam kian mencekam
Sayup-sayup kudengar nyanyian malam
Mencoba pecahkan kesunyian malam
Aku semakin tenggelam

Kubosan dengan kehampaan ini
Hidup tiada lagi punya arti
Kuingin bangkit meski harus jatuh lagi
Aku ingin mencintai…

Kubuka pintu hati tuk cari arti
Satu demi satu kutatapi
Namun tiada yang singgahi
Telah matikah cinta dihati?
@ 02 – Mei - 2003

Baca Lagi dech......

Dimana Dirimu..

Tanpa nada coba kulantunkan
Satu tembang dalam kesenyapan
Namun yang ada hanya kesunyian
Kutetap dalam kesendirian



Kucoba berbaur dalam keramaian
Hanya kudapat kehampaan
Kurangkaikan kegaduhan
Namun semua tetap dalam keheningan

Kemanakah sahabat, dimanakah kawan
Tidakkah kau tahu dirimu kunantikan
Tidakkah kau lihat diriku dalam kesendirian
Tidakkah kau rasa hatiku penuh kepedihan

Kutatap langit kutembus awan
Dalam hati namamu kupanggil kuteriakkan
Namun tiada kudapati dirimu kawan
Yang ada hanya sepi dalam kesendirian

Sekali lagi kutatap langit penuh harap
Kulihat wajah dalam senyuman
Senyum penuh keceriaan
Berikanku satu kebahagiaan

Biarlah semua pedih ku yang derita
Biarlah semua sedih yang ku rasa
Biarlah kujadi pesakitan asal kita bersama
Asal dirimu bahagia
@ Rabu, 26 febuari 2003

Baca Lagi dech......

Kucari Esok

Dalam dekapan perih
Dengan langkah tertatih
Coba ku tuk meraih
Kutak ingin jadi yang tersisih



Bersama asa yang tersisa
Kurangkai kepingan mimpi yang ada
Meski berat ku harus bisa
Tuk mencari dan meraih tulusnya cinta

Tiada pasti kubuka lembaran baru
Ingin kubuka satu lembaran biru
Kuingin goreskan satu cerita indahku
Namun, akankah kumampu?

Kusapu kabut, kusibak awan
Kemanakah bintang, kemanakah rembulan
Mengapa yang ada hanya kegelapan?
Dimanakah kan kutemukan?

Kubuka tirai malam
Berharap sang fajar kusingsingkan
Namun yang ada hanya kelam
Mentaripun enggan beri senyuman
@ Selasa, 25 febuari 2003

Baca Lagi dech......

Dilema 21 Febuari 2003

Rentang waktu cepat berjalan
Sisakan pedih dalam kenangan
Redup rembulan tertutup awan
Seakan beri arti dalam angan


21 febuari hancurkan mimpi tanpa sisa
Padamkan cinta yang membara
21 febuari torehkan satu luka
Pedih..sakit kurasa namun kutiada kuasa

Hidup kian hampa kurasa
Hari-hari kujelang tanpa asa
Berat hati coba kututup cerita
Ditengah hujan yang mendera

Ratap tangisku tiada kan buatmu kembali
Sesalku takkan ubah yang tlah terjadi
Kuharus relakan dirimu pergi
Meski pedih dan sakit di hati

Selamat tinggal kasih..
Selamat tinggal sayang…
Selamat tinggal cinta..

Rengkuhlah cinta dan bahagia nan abadi
Tuhan tlah tentukan jalan kita
Tiada kata kuucap, hanya do’a dalam hati
Biarlah kusimpan cinta dan kenangan dalam indah
@ 21 – febuari – 2003

Baca Lagi dech......

Sesal

Mengapa aku terlalu pengecut
Mengapa nyaliku begitu ciut
Hadapi kenyataan buatku takut
Kini cintaku cintamu tiada lagi terpaut


Ku terlalu bodoh bermain dengan angan
Ku terlalu lelap harum bunga khayal
Kuterbuai mimpi tanpa gapaian
Kini kuhanya larut dalam sesal

Semua mimpi kini telah hancur sirna
Sang waktu telah jawab semua Tanya
Hari ini kau katakan kan ke pelaminan
Kau telah temukan sang belahan jiwa

Haruskah kusesali kepergianmu
Haruskah kutangisi kebahagiaanmu
Akankah kurasakan pedih senyum tawamu
Akankah kuratapi hari indahmu

Kuhanya bisa terdiam dalam resah
Jiwaku melayang tanpa entah
Semua angan telah musnah
Namun sesalku tiada kan mengubah
@ 01 – Febuari – 2003

Baca Lagi dech......

Untukmu
Saat kurindu akan bintang
Saat rembulan berselimut awan
Dirimu hadirkan sejuta asa membentang
Kau beri cahaya dalam kegelapan


Kau tunjukkan jalan saat kuhilang arah
Kau ulurkan tangan kala ku tertatih
Senyum tawamu balutkan luka
Tatap matamu redakan perih

Meski dirimu kosong tanpa asa
Walau hatimu penuh pilu dan lara
Takkan kubiarkan kau layu
Tiada kurelakan dirimu dalam sendu

Ingin kuhapus dan kuganti tiap tetes air matamu
Ingin kupersembahkan bintang untukmu
Ingin kukembalikan biru di hatimu
Ingin kulihat lagi senyum tawamu seperti dulu

Ku tahu ku bukan apa-apa bagimu
Kusadar bagimu ku bukan yang terbaik
Meski kuhanya mimpi buruk untukmu
Namun untukmu ku ingin berikan yang terbaik

Sebelum datang jenuhmu
Sebelum dating bencimu
Sebelum kau menjauh dariku
Ku ingin kau tahu, aku sayang padamu
@ 18 – Januari – 2003

Baca Lagi dech......

Saat Harus Berakhir
Kutahu saat-saat itu akan tiba jua
Kusadar semua ada batasnya
Semua awal kan bertemu akhir nya
Keindahan, kebahagiaan hanya maya


Cinta tak harus bersama
Sayang tak harus berbalas
Janji indah sekedar kata
Mimpi-mimpi tinggalkan angan belaka

Indah saat bersama tlah berlalu
Keinginan-keinginan mati dalam semu
Cinta dan sayang berbalut palsu
Kini kutahu pilu laraku

Meski kutahu hati ini tak jua mau tahu
Ingin rasanya kupergi jauh, namun tiada ku mampu
Tiada kuasa kutahan rindu
Walau bukan untukku kaulah terbaik bagiku

Walau harus tenggelam dalam pilu
Walau kan kering airmataku
Kan kulakukan semua tuk bahagiamu
Kaulah terbaik yang pernah kumilikki dalam hidupku
@ 15 – Desember – 2002

Baca Lagi dech......
 
Design By Schrontho